Pengertian, Penyebab, dan Cara Pengobatan Hiperkolesterol

asep

Pengguna

Asep

Rabu, 07 Maret 2018 11:16:52

Kolesterol adalah sterol terbanyak di dalam tubuh, bentuknya dapat

sebagai kolesterol bebas ataupun terikat pada asam lemak sebagai kolesterilester.

Menurut Rahayu (2005), kolesterol merupakan unsur penting dalam tubuh

yang diperlukan untuk mengatur proses kimiawi di dalam tubuh, tetapi kolesterol

dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan terjadinya aterosklerosis (penyempitan

dan pengerasan pembuluh darah).


kolesterol bebas dari pembuluh darah dan jaringan lain menuju hati, selanjutnya

mengeluarkannya lewat empedu. Kadar LDL yang tinggi cenderung disertai

dengan kadar trigliserida yang tinggi pula, sedangkan apabila kadar HDL tinggi

maka kadar trigliserida cenderung rendah (Yudhasari, 2008).

Penurunan kolesterol dengan terapi farmakologis terjadi melalui berbagai

mekanisme, antara lain dengan proses fagositosis sehingga mencegah

penumpukan LDL-kolesterol yang teroksidasi pada dinding pembuluh darah

menggunakan antioksidan dan probukol, menghambat perombakan lemak

jaringan, mengurangi pengambilan asam lemak bebas oleh hati dan meningkatkan 


Jika aterosklerosis ini terjadi di pembuluh darah

jantung, maka akan menyebabkan penyakit jantung koroner. Penggumpalan darah

yang bercampur dengan lemak yang menempel di pembuluh darah akan

menyebabkan serangan jantung. Rahayu (2005) juga menyatakan, terdapat 

8


Umumnya kolesterol dalam darah dan limfe terlihat sebagai kolesterilester

sedangkan yang dalam sel-sel darah otot, hepar, dan jaringan lain dalam bentuk

bebas (Irawan dan Poestika, 1997 dalam Yudhasari, 2008).

Struktur kimia dasar kolesterol berupa steroid. Terdapat dalam jaringan

dan lipoprotein plasma dalam bentuk kolesterol bebas atau gabungan dari asam

lemak rantai panjang sebagai ester kolesteril


. Senyawa kolesterol ini disintesis

dalam banyak jaringan dari asetil-Ko A dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh

melalui empedu sebagai garam kolesterol atau empedu. Kolesterol adalah produk

khas hasil metabolisme hewan sehingga terdapat dalam semua bahan makanan

yang berasal dari hewan, misalnya kuning telur, otak, daging dan hati

(Sulistyowati, 2006).


korelasi yang jelas antara penyakit aterosklerosis arteria koroner dengan kadar

kolesterol total dalam darah, yang terutama mencerminkan kandungan kolesterol

pada LDL (Kolesterol LDL).


Hiperkolesterolemia merupakan hasil dari meningkatnya produksi dan atau

meningkatnya penggunaan LDL (Low Density Lipoprotein). Hiperkolesterolemia

dapat merupakan hiperkolesterol familial atau dapat disebabkan karena konsumsi

kolesterol tinggi. Menurut Prawitasari dkk. (2011), hiperkolesterolemia familial

(HF) merupakan kelainan genetik tersering penyebab terjadinya penyakit jantung


koroner/aterosklerosis. Hiperkolesterol terutama fraksi LDL, adalah faktor

terpenting terbentuknya aterosklerosis (Murwani dkk., 2006).

Proses aterosklerosis yang terjadi di pembuluh darah jantung dapat

menyebabkan terjadinya jantung koroner, apabila terjadi di pembuluh darah otak

dapat menyebabkan terjadinya stroke. HDL (High Density Lipoprotein) disebut

juga kolesterol baik karena mempunyai efek antiaterogenik yaitu mengangkut

kolesterol bebas dari pembuluh darah dan jaringan lain menuju hati, selanjutnya

mengeluarkannya lewat empedu. Kadar LDL yang tinggi cenderung disertai

dengan kadar trigliserida yang tinggi pula, sedangkan apabila kadar HDL tinggi

maka kadar trigliserida cenderung rendah (Yudhasari, 2008).


Umumnya kolesterol dalam darah dan limfe terlihat sebagai kolesterilester

sedangkan yang dalam sel-sel darah otot, hepar, dan jaringan lain dalam bentuk

bebas (Irawan dan Poestika, 1997 dalam Yudhasari, 2008).

Struktur kimia dasar kolesterol berupa steroid. Terdapat dalam jaringan

dan lipoprotein plasma dalam bentuk kolesterol bebas atau gabungan dari asam


lemak rantai panjang sebagai ester kolesteril. Senyawa kolesterol ini disintesis

Penurunan kolesterol dengan terapi farmakologis terjadi melalui berbagai

mekanisme, antara lain dengan proses fagositosis sehingga mencegah

penumpukan LDL-kolesterol yang teroksidasi pada dinding pembuluh darah

menggunakan antioksidan dan probukol, menghambat perombakan lemak

jaringan, mengurangi pengambilan asam lemak bebas oleh hati dan meningkatkan 

Reply


Silahkan login terlebih dahulu