Nasib Suram Pasar Elektronik Glodok yang Sepi Ditinggal Pembeli

ikna

Pengguna

Ikna

Jum'at, 14 Juli 2017 11:13:22

Jakarta - Jarum jam telah menunjukan tampar 10.00 pagi, kala injak-injak telah mulai sejak dinyalakan di Pasar Glodok, Jakarta Barat, yang merupakan isyarat dimulainya gerakan niaga. Namun, pintu-pintu geser ruko ruko elektronik juga pepet musyawarah. 


Baca Juga: Daftar Harga ELektronik Lengkap 


Sementara lorong-lorong di sekian banyak blok kedai pun sepi semenjak dulu lalang. bilangan pedagang yg serta beraktivitas di tegel 5 pula dapat dihitung dgn jari. keadaan kios di tegel 4 dan 3 setali tiga duit, tidak cuma tidak sedikit yg pemungkas, tidak sedikit di rekahan kios-kios ujung tercantum telah ditempeli kertas 'disewakan'. 


demikian serta tempat parkir kendaraan, tampak artifisial dan sepi. cuma keramik basic (ground), ubin 1, dan tegel 2 yg juga menunjukan renyut kegiatan perdagangan di pasar yg sempat menyandang juga sebagai udel grosir elektronik paling besar di Indonesia tersebut.


Itulah ajal dikala Pasar Glodok dikala ini. Glodok diwaktu ini tidak seramai lalu. udel elektronik Glodok ialah umbilikus penjualan beragam jenis benda elektronik yg terbelah pada sekian banyak area yg memendam Glodok Plaza, Pasar Glodok, Harco Glodok, dan Plaza Orion.


Di luar area yg dibangun Pemda DKI Jakarta dan swasta tertulis, beberapa ratus pedagang elektronik yang lain menjamur dgn ruko-ruko di sepanjang muslihat di pinggiran Glodok sampai ke Pasar Asemka sampai Mangga Dua. 


sekarang ini Glodok telah tidak seramai lalu, penjualannya lesu sejak thn 2000-an. th ini kembali lebih sepi sedang, tiap-tiap th makin sepi saja," kata Asisten Manager Pasar Glodok PD Pasar Jaya, Aswan, bagi detikFinance, Kamis (13/7/2017).


tetapi diawal mulanya, bakal Aswan, Glodok amat huru-hara didatangi costumer bagus eceran, ataupun konsumen partai besar.


benda yg dipasarkan sedang beraneka, sejak mulai bermula benda baru hingga rekondisi alias seken dgn mutu beraneka. Glodok tidak cuma menjadi pusar belanjanya beberapa-barang elektronik masyarakat Jakarta, namun masih sohor sbg kulakannya pemilik toko-toko elektronik di seantero Indonesia.


"Ini th ini terasa sepi, tapi sejamaknya telah berjalan sejak usang. dikarenakan tentunya sebab apa, aku tunggal sinting tahu," terang Aswan.


beliau menjelaskan, sekian banyak pemilik kios di Pasar Glodok terpaksa mencurangi tokonya. sebahagian serta tambah berkukuh bersama mengakses kedai di lokasi yang lain, atau berjualan dengan cara online. Sementara tidak sedikit lagi pedagang yg hasilnya pilih menyewakan tokonya. 


"Kita lain punyai uraian tentu yg telah menipu warung lantaran telah bukan benar. Tapi rata rata mereka (pedagang) tambah pegang pula tokonya, lantaran itu kan wenang gunakan, ada yg seterusnya dialihkan ke saudaranya dan sebagainya," kata Aswan.

Reply


Silahkan login terlebih dahulu